Akhirnya Papua Menyala Terang Setelah 73 Tahun Gelap Gulita

0
227
Akhirnya Papua Menyala Terang Setelah 73 Tahun Gelap Gulita

Akhirnya Papua Menyala Terang Setelah 73 Tahun Gelap Gulita

Saudara kita yang berada di Papua akhirnya bisa menikmati terangnya lampu, di kampung yang selama 73 tahun ini gelap gulita, akhirnya sudah terang benerang.

Sebanyak seribu paket Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) telah dibagikan oleh pemerintah melalui Menteri ESDM Bidang Ekonomi Sumber Daya Alam, mulai Sabtu (11/8/2018).

“Paket LTSHE ini nantinya akan dikirim dari Sentani menuju Yahukimo menggunakan pesawat caravan. Dengan sekali angkut sekitar 100 paket yang dibongkar terlebih dahulu untuk menghemat tempat di pesawat,” ujar Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Ekonomi Sumber Daya Alam, Dadan Kusdiana.

Dikutip dari keterangan resmi, Menteri mengungkapkan, Yahukimo mendapat prioritas pembagian LTSHE karena merupakan daerah 4T yakni daerah tertinggal, terdepan, terluar dan juga daerah transmigrasi.

“Sulitnya medan di Yahukimo menyebabkan listrik PLN belum menjangkau wilayah tersebut. Di sinilah peran Pemerintah untuk melakukan pra-elektrifikasi melalui pembagian LTSHE ini,” jelas Dadan.

Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Komunikasi Publik, Hadi M.Djuraid lebih lanjut juga menjelaskan, kriteria lain untuk penerima LTSHE ini yakni wilayah tersebut belum dialiri listrik selama 3 sampai 5 tahun.

“Kita tidak akan membiarkan daerah tersebut gelap. Sampai nantinya PLN masuk wilayah tersebut,” tegas Hadi.

Program pembagian LTSHE oleh Kementerian ESDM ini telah dimulai sejak 2017 lalu melalui pembiayaan APBN. Untuk tahun 2018, Kementerian ESDM memiliki target untuk menerangi 167.064 rumah yang tersebar di 15 provinsi atau 1.259 desa, LTSHE yang dibagikan memiliki tiga mode kecerahan. Mulai dari kecerahan maksimal, sedang, dan redup.

Dalam mode penerangan maksimal, lampu ini dapat menyala selama 5 jam. Untuk mode sedang, bisa bertahan selama 11 jam. Sedangkan untuk mode redup dapat menyala hingga 47 jam nonstop. Lampu juga dilengkapi dengan barcode. Langkah ini dilakukan sekaligus untuk pendataan, verifikasi sehingga sudah terbagi sesuai dengan daerahnya. Agar tidak terjadi penukaran atau pengalihan.

Salah seorang pria Papua di pedalaman distrik Puldama tampak bangga memiliki LTSHE di dalam rumahnya. Rumah mereka pun bebas dari ancaman kebakaran yang selama ini menghantui warga karena penerangan pelita.

Semenjak memiliki LTSHE, keluar kampung pada saat malam merupakan hal yang mungkin. LTSHE yang bisa di lepas dan dibawa kemana-mana membuat pria-pria dewasa Papua bisa melakukan aktivitas saat gelap. Terima kasih Presidenku.

 

Comments

comments