Begini Perkembangan Pariwisata Indonesia 2018 Era Jokowi

0
2370

Begini Perkembangan Pariwisata Indonesia 2018 Era Jokowi

Selama tiga tahun Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Jokowi-JK) dinilai berhasil membangun sektor pariwisata. Pengamat Pariwisata Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Chusmeru, mengatakan ada sejumlah latar belakang yang menyebabkan pariwisata maju di zaman Jokowi.

Berbagai pembangunan infrastuktur menuju destinasi prioritas, kata dia, telah dilakukan sehingga menggairahkan iklim investasi di sektor pariwisata.

Dia menambahkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) diketahui bahwa kunjungan wisatawan mancanegara secara kumulatif pada periode Januari-April 2017 mencapai 4,20 juta kunjungan. Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 19,34 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang sebanyak 3,52 juta kunjungan.

“Berarti ada peningkatan pesat untuk kunjungan wisatawan mancanegara,” kata Chusmeru.

Insan pariwisata Indonesia boleh berbesar hati, bahkan bangsa Indonesia boleh mulai percaya diri. Setelah melompat tajam dari ranking 70 pada tahun 2013 menjadi ranking 50 pada tahun 2015, kembali indeks daya saing Indonesia melesat naik 8 peringkat ke peringkat 42 pada tahun 2017. Reputasi itu dipotret oleh Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) 2017, yang dikeluarkan secara resmi oleh World Economic Forum (WEF) pada 6 April 2017 lalu. Menariknya, kinerja pariwisata Indonesia naik 8 level, di saat Malaysia turun 2 peringkat di posisi 26. Singapura juga turun 2 peringkat dan Thailand naik hanya 1 peringkat di papan 34.

Dalam hal branding, performansi Wonderful Indonesia juga sungguh membanggakan. Menurut WEF, pada 2017 country brand kita menempati ranking 47 dunia, jauh meninggalkan Malaysia “Truly Asia” dan “Amazing Thailand”. Selama tahun 2016, Wonderful Indonesia juga telah mendapatkan 46 penghargaan di 22 negara. Sedangkan di tahun 2017, sampai dengan bulan Oktober, telah meraih 21 penghargaan di 10 negara.

Pariwisata Wonderful Indonesia

Masih hangat dalam ingatan kita, September lalu, video pariwisata Wonderful Indonesia: The Journey of a Wonderful World akhirnya menjadi juara dunia. Dua kategori kita borong tuntas, dalam kompetisi video pariwisata dunia yang digelar UNWTO, lembaga PBB yang bergerak di bidang pariwisata. Penghargaan ini diumumkan di ajang bergengsi yaitu The 22rd General Assembly UNWTO di Intercontinental Century City Convention Center Hotel, Chengdu, Tiongkok. Di bulan yang sama Indonesia juga dinobatkan menjadi Destination Of The Year 2017 untuk wilayah Asia Pasific oleh majalah TTG Asia yang diberikan di Bangkok.

Untuk itu, dia mendorong Pemerintah Pusat untuk terus mengembangkan sektor pariwisata. Salah satu upayanya adalah dengan meningkatkan pembangunan infrastruktur dan investor.

Untuk memenuhi target perolehan devisa dan 20 juta wisatawan pada 2019, kita pun telah mengembangkan 10 destinasi wisata prioritas yang akan menjadi “New Bali”, yakni Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Mandalika, Morotai, Borobudur, Danau Toba, Kepulauan Seribu, Bromo Tengger Semeru, Wakatobi, dan Labuan Bajo. Ke-10 destinasi prioritas tersebut melengkapi 10 destinasi lain yang sudah siap unsur 3A (atraksi, akses, amenitas) yakni Bandung (Jawa Barat), Great Bali, Great Jakarta, Great Kepri, Joglosemar (Jogja-Solo- Semarang), Coral Wonders (Wakatobi-Bunaken-Raja Ampat), Medan,Makassar, Lombok, dan Banyuwangi.

Pencapaian investasi di sektor pariwisata terus naik dari tahun ke tahun. Badan Koordinasi Penanaman Modal mencatat investasi pariwisata tahun 2014-2015 tumbuh sebesar 53% dan pada tahun 2015-2016 sebesar 29%. Sementara pada Semester I Tahun 2017 mencapai US$ 929,14 juta (Rp12,4 triliun) dan diproyeksikan investasi pariwisita pada akhir tahun 2017 sebesar US$ 1,7 miliar atau tumbuh 29% dibandingkan tahun 2016.

“Terus tingkatkan pembangunan infrastruktur agar mengacu pada interkoneksi di seluruh wilayah di Indonesia, tidak hanya pada destinasi prioritas semata,” katanya.

Tujuannya, kata dia, agar tidak terjadi ketimpangan. Selain itu, agar iklim investasi juga dapat berkembang di luar destinasi prioritas.

Tonton Juga : 

Tercatat Sebagai Pemimpin Terpopuler No 2 Dunia Jokowi Mendapat Pujian Dari Pemimpin Negara Lain

Pemerataan Pembangunan Jokowi Resmikan Kereta Bandara Minangkabau Ekspres

Jokowi Sambut Ramadhan Tetap Bekerja Dan Berdoa

 

Comments

comments