Berdialog Bersama Nelayan, Jokowi Minta Menteri Susi Percepat Urus Izin Kapal Ikan

0
31
Berdialog Bersama Nelayan, Jokowi Minta Menteri Susi Percepat Urus Izin Kapal Ikan

Presiden Joko Widodo mengadakan dialog dengan perwakilan nelayan, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (31/1). Tampak hadir dalam kesempatan itu Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bersama para pejabat eselon I Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Dalam pertemuan tersebut, dia meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk membenahi masalah perizinan kapal. Saat ini, berdasarkan pengakuan nelayan, membutuhkan waktu 22 hari untuk mengurus izin kapal. Waktu pengurusan selama 22 hari pun dinilai terlampau lama oleh Jokowi.

Jokowi pun meminta kepada Dirjen yang mengurus masalah tersebut, agar membantu nelayan, jika laporan mereka tidak memberikan informasi yang cukup untuk keluarnya izin.

“Ya diajari mereka agar benar. Kemudian KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) juga harus benar. Laporan dari pengusahanya bener, tapi KKP juga harus benar dan cepat. Dua-duanya dong,” ujar Jokowi seperti dikutip laman Sekretariat Kabinet.

Bahkan, presiden meminta kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti agar memerintakan para dirjen untuk membangun sebuah sistem untuk perizinan yang cepat. “Yang jam, sekarang urusan kita zaman IT kayak gini masih hari, masih minggu, enggaklah. Apalagi bulan, enggaklah. Jam,” pesan dia.

Dia mencontohkan hal yang dilakukan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). “Pergi sekarang ke BKPM yang mau investasi, coba, kalau ada pengusaha yang di sini. Mau bangun apa, 9 izin, 2 jam jadi. Dan saya buktikan saya betul. Izin-izin yang lain, komitmen-komitmen. Artinya, yang syaratnya yang menyiapkan pengusahanya bukan di sisi pemerintah,” jelas dia.

Jokowi juga menyoroti hampir tidak ada lagi yang namanya illegal fishing di Indonesia. Namun dia mempertanyakan dengan kelanjutan dari menurunnnya aksi pencurian ikan. “Pertanyaannya sekarang. Kalau 7.000 kapal itu sudah tidak ada mestinya, ini pikiran saya kan, mestinya ikannya kan melimpah,” imubuhnya.

Pemerintah, lanjut Presiden, ingin agar sumber daya alam laut bisa memberikan manfaat yang berkelanjutan. Tidak hanya untuk anak cucu. Sehingga pengaturan-pengaturan dalam penangkapan ikan itu tidak bebas semau-maunya.

“Tetapi kalau kita melihat 2/3 Indonesia adalah air, masa laut segede itu kita masih kekurangan ikan. Ini yang enggak bener yang nangkep atau yang ikannya lari kemana-mana. Pikiran saya seperti itu kadang-kadang. Kebangetan sekali kalau kita kalah negara-negara kanan kiri kita urusan menangkap ikan,” tandasnya.

Comments

comments