Berikut Aset Indonesia Yang Telah diambil Alih Dari Perusahaan Asing

0
2347

Berikut Aset Indonesia Yang Telah diambil Alih Dari Perusahaan Asing

Jakarta, Presiden Joko Widodo hadiri Pembukaan Pendidikan Kader Ulama (PKU) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor Angkatan XII Tahun 2018 di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (8/8/2018).

Dalam pidatonya pada acara itu, Presiden Joko Widodo mengungkapkan keheranannya mengapa dirinya masih sering dituding oleh beberapa pihak bahwa dirinya adalah antek asing. Padahal lanjutnya, sejumlah kebijakan dalam pemerintahannya justru menunjukkan kinerja yang berusaha keras mengembalikan aset negara yang dikuasai asing.

“Kan dibilang, Jokowi itu antek asing. Lah bagaimana antek asing? Yang namanya Blok Mahakam yang dulu dimiliki Jepang, 100 persen sekarang milik Pertamina. Gimana masih bilang saya antek asing?” ujar Jokowi.

Diantaranya, yang pertama yaitu Pertamina, yang kini resmi mengambil alih pengelolaan Blok Mahakam dari dua perusahaan, yakni Total E&P dari Perancis dan Inpex Corporation asal Jepang.

Kemudian yang keduanya telah mengelola Blok Mahakam selama 50 tahun. Tidak hanya Blok Mahakam, lanjut Jokowi, pemerintahannya juga berhasil mengambil alih Blok Rokan yang selama ini dikelola perusahaan asal Amerika Serikat, Chevron.

Ketiga, pemerintah juga telah berhasil membuat PT Freeport Indonesia menandatangani head of agreement mengenai divestasi 51 persen sahamnya.

“Freeport ini wah, memang sulit banget. Selama 40 tahun kita hanya diberi 9,3 persen dan kita semua diam saja. Enggak ada yang bersuara. Saya kemudian menegosiasi menteri-menteri, 3,5 tahun, alot sekali, jangan dipikir mudah, sangat alot sekali. Sempat ditawari 30 persen, enggak. Jangan mundur minta mayoritas saham. Alhasil, sekarang sudah tanda tangan head of agreement, kesepakatan,” terang Jokowi.

Meski demikian, dalam acara itu, Jokowi mengatakan bahwa dirinya melihat masih ada beberapa kelompok yang memandang upaya itu sebagai sebuah hal yang negatif, dan selalu memojokkan pemerintah.

“Sudah kesepakatan begitu kok, tapi suaranya malah jelek semua. Saya enggak ngerti gimana sih ini maunya semua? Selama ini diam saja, begitu sudah divestasi mayoritas saham, malah ini tidak didukung sepenuhnya agar nanti bisa betul-betul dikelola rakyat Indonesia,” lanjut Jokowi.

Dalam kesempatan itu pula Jokowi mengharapkan agar masyarakat diberikan informasi yang akurat. Jangan justru diberikan kabar yang tidak benar. Jokowi mengatakan, dirinya tidak ingin fitnah terhadap dirinya secara personal ataupun kepada pemerintahannya terus berkembang pada masa mendatang, karena pemerintahannya sudah bekerja keras demi rakyat Indonesia.

Comments

comments