BI Naikkan Suku Bunga Untuk Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

0
83
BI Naikkan Suku Bunga Untuk Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

BI Naikkan Suku Bunga Untuk Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Presiden Joko Widodo mengapresasi keputusan Bank Indonesia (BI) untuk menaikkan BI-7 Day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin menjadi 6,00%. Menurutnya, langkah tersebut merupakan keputusan yang tepat untuk menjaga nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang beberapa bulan lalu mengalami tekanan yang cukup berat.

Menurut Jokowi, langkah kenaikan BI ini cukup berani dan mengejutkan pasar. Namun dirinya mengapresiasi langkah tersebut karena hal tersebut menunjukkan jika Indonesia sangat percaya diri dalam menghadapi tekanan global.

Apalagi kenaikan suku bunga acuan tersebut mendahului kenaikan suku bunga acuan yang dilakukan oleh Bank Sentral Amerika Serikat The Fed (Fed Fund Rate). The Fed aendiri baru akan menaikkan suku bunga acuannya pada Desember mendatang.

“Dan baru saja juga kita lihat 15 November lalu Gubernur Bank Indonesia dan jajarannya kembali menunjukan keberanian memberikan kejutan pada pasar dengan menaikkan suku bunga sebesar 0,25% menjadi 6%. Yang saya anggap berani itu bukan besarnya kenaikan tapi kejutannya itu,” ujarnya dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Selasa (27/11/2018).

Menurut Jokowi, keputusan mengejutkan juga bukan hanya datang dari pasar. Para pengamat ekonomi (ekonom) juga memprediksi jika BI belum akan menaikkan suku bunga acuannya pada bulan ini.

Jokowi menyebut jika ketegasan seperti itu harus terus dipertahankan. Khususnya dalam menghadapi kondisi perekonomian dunia yang menurutnya masih belum stabil.

“Keberanian seperti ini yang kita butuhkan saat mengahdapi kondisi ekonomi dunia yang banyak ketidak pastian. Persepsinya BI menunjukkan ketegasan, menunjukkan determinasinya untuk membentengi Rupiah. Dalam bahasa keseharian kita bisa saja disebut taringnya BI keluar,” jelasnya

Comments

comments