Cegah Sengketa Lahan, Jokowi Serahkan 14000 Sertifikat Tanah Bagi Warga Sumbawa NTB

0
229
Cegah Sengketa Lahan, Jokowi Serahkan 14000 Sertifikat Tanah Bagi Warga Sumbawa NTB

Cegah Sengketa Lahan, Jokowi Serahkan 14000 Sertifikat Tanah Bagi Warga Sumbawa NTB

Sumbawa, Presiden Joko Widodo kembali membagikan sertifikat hak atas tanah kepada warga di Sumbawa. Penyerahan sertifikat dilakukan di GOR Mampis Rungan, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada hari Senin (30/7/2018).

Ada sekitar 14 Ribu sertifikat yang Jokowi bagikan langsung kepada masyarakat Sumbawa. Pada kesempatan itu, Presiden didampingi oleh Gubernur NTB TGH Zainul Madji yang tak lain adalah Tuan Guru Bajang (TGB).

Presiden mengatakan bahwa pada hari ini dirinya telah membagikan sertifikat hak atas tanah warga sebanyk 14 Ribu sertifikat, namun masyarakat yang hadir disini hanya sekitar 1.037 dikarenakan tempat yang tidak cukup untuk mereka semua masuk.

“Pada hari ini telah diserahkan 14 ribu sertifikat di Sumbawa dan hadir di sini 1.037 karena ruangan nggak muat,” kata Kepala Negara.

Kepala Negara mengatakan dalam setiap kunjungan ke beberapa daerah, dirinya selalu menerima keluhan dari warga, diantaranya adalah masalah sengketa tanah. Untuk itu Presiden menekankan betapa pentingnya mempunyai kepemilikan sertifikat tanah yang sah agar warga Indonesia mempunyai legalitas yang kuat.

“Setiap saya ke daerah baik provinsi, kabupaten, kota, desa, selalu keluhan yang datang ke saya adala sengketa lahan, karena rakyat belum pegang sertifikat. Ada yang masyarakat dengan pemerintah, masyarakat dengan masyarakat, masyarakat dengan tetangga, anak dengan bapak. Ada itu,” kata Kepala Negara.

Kepala Negara menambahkan, dengan adanya sertifikat ini, maka letak, luas dan batas tanah yang dimiliki warga menjadi jelas, dan tidak akan terjadi yang namanya sengketa atas kepemilikan tanah.

Dalam kesempatan yang sama Presiden meminta kepada warga agar menjaga dengan baik berkas sertifikat ini, Presiden menganjurkan untuk memfotokopi ataupun memberi plastik guna melindungi sertifikat itu. Presiden juga mengingatkan agar masyarakat tidak sembarang menggadaikan sertifikat tersebut kepada Bank tanpa perhitungan yang jelas dan bisa dipertanggung jawabkan.

Dan tak lupa Presiden dalam kesempatan itu membahas soal aset besar Indonesia, maksud Presiden tak lain adalah persatuan, kesatuan dan persaudaraan. Dirinya meminta agar warga menjaga aset bangsa tersebut jangan sampai menjadi retak, apalagi dengan adanya perta demokrasi.

Kesimpulannya adalah disamping membagikan sertifikat kepada warga, Presiden juga memberikan wejangan kepada warga agar tetap menjaga persatuan, kesatuan dan kerukunan antara kita warga, dan jangan sampai kita menjadi retak dan bercerai-berai hanya karena Pilkada dan Pilpres.

Comments

comments