Cerita Pengalaman Mudik Tahun Ini Jakarta Surabaya

0
1374
Cerita Pengalaman Mudik Tahun Ini Jakarta Surabaya

Cerita Pengalaman Mudik Tahun Ini Jakarta Surabaya

Jakarta, seorang pemudik menceritakan pengalamannya mudik ke kampung halaman menggunakan mobil dan melewati jalan tol yang baru selesai di kerjakan dan bangun oleh pemerintah.

Dalam perjalanan pulang kampung ini, ia hanya mencoba berbagi cerita, tak kurang dan tak lebih, juga tanpa tendensi apapun. Berikut kisah mudiknya. Cerita menarik ini dari seorang pemudik yang pulang kampung via jalan tol dari Jakarta menuju Surabaya.

Jam 1 malam kami berangkat, ber mobil berdua. Dari kawasan Tendean sampai Cawang lancar. Jakarta malam sampai pagi bergeliat, masih ada bisnis berjalan, lalu lintas ramai lancar, Tol pun lancar jaya, hanya rest area km cikarang karawang semua full parkirnya, tidak heran rupanya ini jam sahur dan semua orang memanfaatkan rest area tersebut.

Seperti perkiraan pada umumnya, sama sekali tidak turun jawa barat, kami perkirakan dari DKI pasti langsung turun Jawa Tengah Brebes…..Waktu menunjukkan pukul 06.00 pagi ketika sampai menuju pintu exit Brebes. Petugas mengarahkan untuk terus, kecuali truck dan bus. Alhasil kami meneruskan lagi perjalanan. Kami pikir Alhamdulillah pasti ada ruas penambahan lagi sampai Pekalongan atau Batang.

Ternyata tol ini panjang sekali, exit Tegal lewat, Pekalongan lewat, bahkan Batang pun lewat…., mulai kepikiran bahan bakar, sambil melirik petunjuk bahan bakar yang mulai menipis. Sempat terpikir untuk keluar exit Kendal dan nanti kembali lagi saja masuk tol.

Pengisian bahan bakar

Tapi Alhamdulillah di rest area ada pengisian bahan bakar. Agak lucu juga sebab tanki mereka adalah sebuah truck tanki bahan bakar, lalu ada pengisian non permanent di sebelahnya.

Dan lebih lucu lagi maksimal pengisian adalah Rp 50 rb rupiah, mungkin agar semua kebagian, atau supaya tidak terjadi antrian panjang. Tidak mengapa, dengan mobil 3 silinder 1000 cc maka 50 rb sudah bisa cukup jauh. Jika mobil anda ber cc besar maka sering lah mampir di tiap rest area satu persatu untuk mengambil jatah isian bahan bakar 50 rb

Toilet juga semi permanent, menggunakan kontainer yang bagus, dan ber ac, bersih dan harum, demikian juga musholla nya berasal dari kontainer pula. Swalayan Ind***et juga non permanent malah tanpa ac, tapi dengan isi lengkap. Mau bayar dengan gesek debit belum bisa.

”Masih baru buka kami pak…kata mbak nya…..lho ya mbak sampai sini kapan ? Ya baru tadi pagi bukanya…..owalaaa” tanya jawab saya bersama pelayan mini market itu.

Ok lanjut, Sampailah tol Semarang, logika kita mindset jadi driver puluhan tahun sejak jaman nya smp curi2 setir mobil ortu, namanya Jakarta Surabaya dan sebaliknya pasti Pantura, habis Semarang tentunya demak kudus pati rembang daannn seterusnya.

Akan tetapi si aplikasi Waze dan bahkan Second Opinion dari Google Maps memaksa terus ke Ungaran Solo Yogya dan seterusnya, lhaa aneh…..
Ok deh nurut aplikasi saja, lagian tidak ada target harus cepat sampai.

Alhasil lanjut lah kita Tol terus lagi, Ungaran lewat, boyolali lewat, apalagi Yogya Solo, Sragen terlewat, semua Tol tak terasa sampai Madiun. Ngawi pun tidak kelihatan bentuk kota nya, semua diatas hanya Tulisan saja di papan nama exit.

Akhirnyaaa sampailah kami dikeluarkan di Nganjuk, jalan Tol berakhir dan semua harus keluar, hahaha. Lalu kita masuk kota nganjuk kemudian jalan biasa dan begitu sampai kertosono, dia tidak menyerah si Tol memasuk kan kami lagi, dan gas terus sampai ploso jombang mojokerto sampai juga ke
Surabaya. Bahagia rasanya begitu melihat Cito Mall, sampai Waru dan dekat rumah.

Tol Jakarta Surabaya itu bukan sulap bukan sihir, kecuali segment nganjuk kertosono yg belum rampung, tapi jalan nya ada, cuma belum dibuka, kemungkinan ada beberapa jembatan yg belum jadi, semoga beberapa hari lagi sudah dibuka.

Total waktu yang kami tempuh berangkat jam 01.00 malam dari Jakarta Tendean dan kita sampai Surabaya Waru jam 16.00. Perjalanan kita 15 jam nonstop, sebab nyetir gantian satu tidur satu nyetir begitu seterusnya, dan dengan kecepatan yang mohon maklum 1000cc 3 silinder.

Gas mentok masih disalib pula mobil lain, bahan bakar pertamax habis 400 rb, kartu tol di jakarta di isi 500, tinggal sisa 180 rb. Luar biasa, jarak tempuh yang sangat luar biasa. Indonesia membangun dengan Nyata. Terimakasih Pak Jokowi.

Comments

comments