Cukup 2 Tahun Bandara Kertajati Sudah Mencapai 93% Mei 2018 Siap Uji Coba

0
570
Pembangunan Bandara Kertajati sudah mencapai 93%

Cukup 2 Tahun Bandara Kertajati Sudah Mencapai 93% Mei 2018 Siap Uji Coba

Majalengka, Presiden Joko Widodo Selasa (17/4/2018) siang bertolak menuju Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, untuk meninjau Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB).

Presiden didampingi oleh Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki, Staf Khusus Presiden Diaz Hendropriyono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, dan Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Suhartono.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menuturkan, konsep pendanaan Bandara Kertajati ini dilakukan melalui Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) antara pemerintah daerah dan investor.

RDPT adalah salah satu alternatif investasi yang menjadi wadah untuk menghimpun pemodal profesional. Dana yang terhimpun selanjutnya akan diinvestasikan oleh manajer investasi, baik melalui portofolio efek maupun portofolio yang berkaitan dengan proyek. Dalam RDPT, biasanya pihak yang berinvestasi tidak boleh lebih dari 50 pihak.

Baca : Jokowi Resmikan Bendungan Raknamo Dan PLBN Wani Timor Tengah Utara

Di saat pemerintah tengah merangkul pelaku usaha swasta, proyek bandara Kertajati sudah banyak merangkul pengusaha swasta dalam proses pembangunannya.

“Format seperti ini bisa dipakai di tempat-tempat lain. Bahwasannya pengembangan suatu infrastruktur tidak saja mengandalkan BUMN atau APBN, tetapi juga dana-dana swasta,” ujarnya.

Investasi Bandara Kertajati

Virda Dimas Ekaputra Dirut PT BIJB juga mengatakan, investasi untuk sisi darat bandara, seperti pembangunan terminal utama dan sarana pendukungnya, selama ini telah mencapai Rp 2,6 triliun. Sebanyak 70% dari investasi itu berasal dari ekuitas dan sisanya berasal dari pinjaman. Untuk ekuitas, katanya, berasal dari Pemprov Jabar, RDPT dan PT Angkasa Pura II.

Baca : Bukti kerja keras Jokowi Tujuh Bendungan Telah Rampung

“Sementara untuk pinjaman, kami sudah mendapatkannya dari sindikasi perbankan syariah,” ujar Virda.

Cara pembiayaan Bandara Kertajati dinilai bisa menjadi model untuk pembiayaan proyek infrastruktur lainnya. Pasalnya, pemerintah daerah dan swasta dianggap bisa berkolaborasi dalam membiayai pembangunan bandara tersebut.

Kolaborasi antara pemerintah provinsi, pusat dan swasta dalam pembiayaan bandara telah mampu mempercepat realisasi pembangunannya. bandara yang akan melayani kurang lebih 20 juta penduduk ini akhirnya akan bisa beroperasi pada 24 Mei 2017.

Baca : Presiden Joko Widodo Percepat Penyediaan Perumahan Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, dan Polri

Presiden mengatakan skema-skema pembiayaan baru akan selalu dijadikan masukan untuk proyek-proyek yang lainnya. Menurutnya, pemerintah saat ini tengah mencari sebuah model bisnis untuk pembiayaan agar setiap proyek bisa cepat diselesaikan

Joko Widodo mengatakan, pembangunan bandara sejauh ini berjalan dengan baik dan dikerjakan sesuai dengan target yang telah ditentukan sebelumnya. bandara tersebut diperkirakan dapat mulai diuji coba pada Mei mendatang.

Bandara Kertajati yang bisa menampung kurang lebih 5,6 juta penumpang (tahap pertama) ini merupakan airport terbesar setelah Soekarno-Hatta. dibangun di atas lahan seluas 1.800 hektare itu memiliki landas pacu atau runway berukuran 2.500×60 meter dan akan diperpanjang menjadi 3.000×60 meter.

Pemerintah kedepannya akan mengembangkan bandara dan kawasan sekitarnya hingga terintegrasi dengan moda transportasi lain seperti kereta api yang langsung menuju ke bandara tersebut.

Bandara Kertajati ini nantinya juga akan menjadi bandara keberangkatan jemaah haji yang rencananya akan dimulai pada musim haji tahun ini.

Comments

comments