INDONESIA DIKUASAI ASING HANYA HOAX, INI BUKTINYA

0
47
INDONESIA DIKUASAI ASING HANYA HOAX, INI BUKTINYA

INDONESIA DIKUASAI ASING HANYA HOAX, INI BUKTINYA

Faisal Basri salah satu ekonom yang namanya berada di jajaran pakar ekonomi internasional menyampaikan fakta mengejutkan. Ia menyoroti, salah satu isu panas yang hampir selalu mengemuka menjelang pemilihan umum adalah sentimen anti asing (dan aseng-red). Gejala xenophobia pada umumnya terkait dengan privatisasi badan usaha milik negara (BUMN) dan penguasaan sumber daya alam.

“Bertaburan gambar yang menunjukkan betapa Tanah Air kita dari Sumatera hingga Papua dicengkeram oleh asing (dan aseng-red). Tengok saja bendera pada kedua gambar pertama di tulisan ini. Sebetulnya masih ada lagi yang bisa ditambahkan agar bendera asing (dan aseng-red) lebih berjejal, yaitu hampir semua operator seluler besar di Indonesia dimiliki asing (dan aseng-red). Hanya Telkomsel yang saham mayoritasnya di tangan pihak Indonesia, yakni oleh PT Telkom (persero),” ujarnya.

Ia menyatakan, berdasarkan data yang ia miliki, asing (dan aseng-red) justru tidak mendominasi menginvestasikan uangnya di Indonesia.

“Data membuktikan justru sentuhan asing di Indonesia sangat kecil. Investasi di Indonesia tidak pernah didominasi oleh asing (dan aseng-red). Penanaman modal langsung oleh asing (dan aseng-red) (direct foreign investment-red) hanya sekitar 5 persen dari keseluruhan pembentukan modal tetap bruto,” kata Faisal Basri.

Faisal juga memaparkan data yang menunjukkan sentuhan asing (dan aseng-red) di Indonesia sangat kecil. Investasi di Indonesia tidak pernah didominasi oleh asing (dan aseng-red). Penanaman modal langsung oleh asing (dan aseng-red) direct foreign investment hanya sekitar 5 persen dari keseluruhan pembentukan modal tetap bruto (gross fixed capital formation/GFCF).

Ia kemudian mengungkapkan, dominasi terbesar justru dilakukan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Di Indonesia yang lebih dominan adalah BUMN. Hampir semua sektor didominasi BUMN/BUMD: listrik, gas, air bersih, pertambangan, minyak mentah, kilang minyak, batubara, perbankan, asuransi, konstruksi, bandara, pelabuhan, kereta api, jalan tol, pompa bensin, pupuk, dan konstruksi. BUMN juga cukup besar di beberapa jenis usaha seperti garam, semen, baja, dan semen,” pungkasnya, seperti dikutip dari faisalbasri.com pada Selasa (11/9/2018).

Comments

comments