Islam Harus Bersatu, Jangan Mau Dipecah Belah – Habib Luthfi Bin Yahya

0
855

Pekalongan, silaturahmi dengan Habib Luthfi Bin Yahya selama 3 jam berlangsung di kediamannya, bertempat di Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu 14 April 2018.

Dalam pertemuan tersebut Habib Lutfi mengungkapkan pentingnya menjaga keutuhan dan persatuan NKRI. Beliau mengatakan filosofi Wali Songo bisa menjadi pedoman.

Menurut Beliau filosofi Hajar Aswat yang di gunakan oleh Sunan Bonang dalam menyebarkan Islam di tanah air bisa dijadikan contoh. Banyak orang islam dari berbagai kelompok dan berbagai golongan bangsa yang berbeda-beda berbondong-bondong datang ke Ka’bah, Makkah.

Mereka bersatu di satu tempat yang bernama Hajar Aswat. Maksud dari Hajar Aswat sebagai filsofi adalah Pemerintah harus bisa mempersatukan kita yang berbeda suku, agama dan kepercayaan ini menjadi satu kesatuan. Bhineka tunggal ika.

Filosofi laut, disini menerangkan bahwa semua air sungai akan bermuara di laut, tetapi laut tidak akan tercemari air sungai yang tawar. ini adalah perumpamaan, kita harus punya harga diri, harus punya keteguhan hati dengan tidak terhasut oleh isu-isu yang berusaha memecah belah persatuan umat dan bangsa. laut tidak akan menjadi asin hanya karena tercampur air sungai yang tawar.

Kresna adalah tokoh pewayangan sebagai penasehat Pandawa dalam kisah Mahabarata. ada lima filosofi yang bisa di ambil sebagai contoh, karena Kresna mempunyai sifat yang mulia.

Sifat mandito, adalah sifat yang baik, siapapun kita harus selalu berbuat kebaikan, beramal soleh, membantu sesama, maka akan melahirkan kebaikan untuk semua.

Sanhata atau kaca benggala, ini adalah filosofi yang mengajak kita untuk bisa bersinergi dengan alam dan dengan makluk hidup, tujuannya agar kita tidak saling mencurigai satu sama lain.TNI, Polri, dan para ulama harus bersinergi untuk menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia.

Cepu manik adalah salah satu filosofi yang tak kalah penting untuk dijadikan pedoman, Cepu manik bisa diartikan rahasia yang harus ditutup rapat agar aman, menjaga rahasia negara demi kedaulatan NKRI

Kembang cangkok Wijiyo Kusumo, adalah bunga yang mekar dari kuncup yang mungil menjadi bunga yang indah, artinya kita harus berubah, kita harus berubah dari yang biasa menjadi luar biasa, dari bodoh menjadi pandai, dari jelek menjadi baik, kita harus bisa menjadi intelek atau berilmu, orang yang berlimu tidak akan mudah di robohkan, artinya Indonesia harus kuat, harus pandai, jangan saling manyalahkan satu sama lain, kita harus berubah menjadi lebih baik.

Yang terakhir adalah Cokro atau cakra, yang artinya senjata atau pagar. Sangat jelas filosofi apa yang terkandung didalam kata ini. Senjata atau pagar adalah sebagai pilar yang mempersatukan bangsa. Yaitu dengan membangun manusia yang baik, akan manumbuhkan persamaan persepsi sebagai kekuatan bangsa.

Dalam cerita pewayangan kita pasti pernah mendengar nama Togok, yang selalu membikin kegaduhan dalam setiap cerita pewayangan. Dalam kehidupan kita Togok adalah orang yang selalu membuat onar atau selalu membuat kegaduhan, yaitu orang yang suka memfitnah, mengadu domba, menyebarkan hoax menggangu kestabilan keamanan Nasional. Bedanya Togok jaman Now ini sudah canggih dalam menebar kebencian.

Orang yang seperti ini harus di bumi hanguskan dari Indonesia, Pemerintah khususnya pihak Kepolisian harus sigap menyikapi gangguan yang dapat menggangu ketentraman dan ketertiban Nasional, karena dapat menimbulkan ancaman serius bagi bangsa.

Dalam konteks ketahanan Nasional ada tiga komponen penting yang bisa kita ambil dari kisah pewayangan tersebut diatas.

Yaitu Tokoh Ontorejo atau Anta raja, adalah ahli bumi, artinya adalah kita harus mempunyai ahli dalam mengembangkan sumber daya alam kita yang melimpah, Ahli Pertambangan, Geologi dan semua yang berhubungan dengan bumi dan ketahanan darat wilayah Indonesia.

Yang kedua adalah tokoh Onto seno atau Anta sena. adalah tokoh ahli kelautan dan semua yang berhubungan dengan maritim. Indonesia wajib mempunyai ahli yang memahami kelautan di Indonesia, Indonesia adalah negara dengan banyak pulau, terdapat beribu pulau yang tersebar dari ujung barat sampai ujung timur Indonesia.

Kita harus bisa menjaga dan mengelola kelautan kita. Laut kita yang kaya akan ikan dan hasil laut lainnya harus di jaga untuk kesejahteraan rakyat Indonesia, kita harus mempunyai kedaulatan untuk menjaga perairan kita dari segala ancaman dari negara lain.

Yang ketiga adalah Tokoh Gatut Kaca, Tokoh yang ahli dalam pertahanan udara. Artinya Negara harus menjaga semua yang ada di atas wilayah kedaulatan negara indonesia, Angkatan udara Indonesia harus terus menjaga wilayah udara Indonesia dari serangan musuh. dengan menjaga semua yang ada di udara, angkasa dan satelit yang ada termasuk dengan hal-hal yang berhubungan dengan Cyber.

Dari pertemuan dengan Habib Luthfi Bin Yahya, kita mendapatkan kesimpulan, yaitu terkait dengan bagaimana kita menciptakan keamanan dan ketertiban untuk menjaga keutuhan NKRI, mempersatukan bangsa yang berbeda suku dan golongan, mempunyai keteguahan hati agar tidak terpengaruh oleh hal buruk, yang bisa memecah belah bangsa.

Intinya Beliau meminta kepada kita, masyarakat dan umat terkait dengan tahun politik 2018 dan 2019 yaitu ”bahwa di tahun politik ini kita isi dengan damai melalui kegiatan Dzikir dan Sholawatan” untuk mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan.

Kita bersama-sama berdoa meminta kepada Allah SWT agar kita diberikan Pemimpin yang bisa membawa perubahan, membawa kemaslahatan umat dan menjadi pribadi yang lebih baik.

Mari kita jaga keutuhan dan kedamaian Negara di tahun politik ini, mari kita sukseskan tahun politik dengan kebesaran hati dan keteguhan jiwa dengan tidak melanggar peraturan Pemerintah dan Agama.

Comments

comments