Jalan Trans Papua Barat Hubungkan 3 Lokasi Pariwisata Strategis Di Bumi Cendrawasih

0
48

Pembangunan jalan trans Papua Barat yang dilaksanakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menghubungkan tiga lokasi pariwisata strategis di daerah tersebut.

Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XVII Papua Barat Yohanis Tulak di Manokwari, Sabtu, 17/11, mengatakan jalan trans Papua Barat sepanjang 1.070,62 kilo meter tersebut sudah seluruhnya terbuka dan terhubung ke trans Papua. Ia optimistis 64 persen diantaranya sudah teraspal pada akhir tahun 2018. Sisanya akan dilanjutkan pada tahun berikutnya.

Kata Yohanis, jalan trans Papua Barat terdapat dua Segmen. Segmen satu menghubungkan Sorong-Maybrat-Manokwaru. “Sedangkan Segmen dua menghubungkan Manokwari, Mameh hingga perbatasan Papua dan Papua Barat melalui Kabupaten Teluk Wondama dan Nabire,” kata dia.

Menurutnya, selain Raja Ampat, Papua Barat memiliki tiga pariwisata unggulan antara lain yang bisa diakses melalui jalan trans, yakni Taman Nasional Teluk Cenderawasih (TNTC), pariwisata Pegunungan Arfak dan Pariwisata Puncak di Kabupaten Maybrat.

Untuk ke Raja Ampat pelancong bisa masuk melalui Sorong, ke Pegunungan Arfak bisa melalui Manokwari dan Manokwari Selatan. Sedangkan untuk TNTC dan wisata puncak di Maybrat juga bisa disambangi, karena memang wilayah ini merupakan daerah lintas jalan trans.

Untuk menikmati sensasi berwisata di TNTC, kata Yohanis, pengunjung bisa masuk dari Manokwari Selatan, Teluk Wondama serta Kabupaten Nabire-Papua. Potensi pariwisata di puncak Maybrat berada di Distrik Aifat Utara dan selama ini sudah banyak orang datang berkunjung. “Masyarakat sering menyebutnya negeri di atas awan, saat pagi hari kita bisa berfoto diatas awan yang dihiasi matahari terbit,” kata Yohanis.

Saat ini, jalan yang dibangun melalui anggaran pemerintah pusat itu sudah bisa dilalui meskipun masih ada beberapa titik yang belum diaspal. Di segmen satu masih sekitar 60 kilo yang belum diaspal dari Kumurkek sampai Meyah. Di segmen dua yang masih cukup panjang, sekitar 300 kilo dari Mameh Manokwari Selatan hingga perbatasan antara Teluk Wondama dan Nabire.

Yohanis mengatakan, perkampungan baru mulai tumbuh di sepanjang jalan trans. Aktifitas perekonomian mulai menggeliat karena masyarakat terutama petani semakin mudah mengakses pasar.

“Ini memang tujuan pemerintah, sektor pertanian dan pariwisata bisa tumbuh melalui pembangunan ini. Mudah-mudahan kedepan seluruh daerah yang dilintasi jalan trans ekonominya semakin membaik, termasuk daerah yang berdekatan,” sebut Yohanis.

Comments

comments