Jokowi: Hoaks Dan Fitnah Harus Dilawan

0
42
Jokowi: Hoaks Dan Fitnah Harus Dilawan

Calon presiden nomor urut 01 Jokowi menegaskan dirinya telah berpengalaman dalam mengelola pemerintah. Oleh karena itu, ia mengungkapkan tidak mudah mengelola negara besar seperti Indonesia tanpa pengalaman.

“Tidak mudah mengelola negara ini. Dibutuhkan pengalaman untuk mengelola negara ini. Jangan sampai negara sebesar ini diberikan kepada orang yang belum berpengalaman. Sekali lagi, menakhodai kapal sebesar Indonesia ini butuh nakhoda yang berpengalaman,” ujar Jokowi.

Jokowi pun mengaku dirinya bersyukur telah diberi pengalmaan mengelola pemerintah dari yang terkecil. Mulai di dunia usaha, kemudian menjadi Wali Kota Solo dua periode, menjadi Gubernur DKI, hingga puncaknya menjadi Presiden RI.

Jokowi sangat menyadari adanya tantangan dan rintangan dalam mengelola pemerintahan negara sebesar Indonesia. Oleh karena itu rakyat Indonesia harus diberi informasi dan pemahaman yang meningkatkan optimisme sehingga Indonesia akan semakin cepat maju.

Mantan Wali Kota Solo itu mengatakan, Jangan sampai rakyat dibawa ke hal yang pesimis. Rakyat perlu dipompa, diberi optimisme. Jangan sampai rakyat ditakut-takuti Indonesia akan bubar. Jangan sampai rakyat ditakuti Indonesia akan punah. Itu ngajak masyarakat untuk pesimis.

Dalam kesempatan itu pula Jokowi meminta para pendukungnya agar lebih militan dalam memberikan dukungan dan menggalang suara agar dirinya bisa memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 17 April mendatang. Juga untuk menangkis berbagai isu-isu tidak benar alias hoaks yang berkembang jelang pesta demokrasi.

“Saya ingin kita semua, karena 17 April kurang dari 40 hari lagi. Saya titip karena mash ada pekerjaan besar, jadi militansi ini penting sekali. Tolong sampaikan ke teman, tetangga door to door,” ucapnya.

Ia menjabarkan isu hoaks yang kerap menimpanya, yaitu larangan suara adzan bila terpilih kembali menjadi orang nomor satu di Indonesia. Kemudian, ada pula isu bahwa ia akan mengizinkan pernikahan sesama jenis, penghapusan pelajaran agama, hingga kriminalisasi ulama.

“Tolong sampaikan pada masyarakat jangan termakan isu-isu seperti itu. Tolong jelaskan, jangan sampai (elektabilitas) anjlok 8 persen gara-gara ini,” katanya.

Comments

comments