Jokowi Menjawab Isu Serbuan TKA Di Morowali, TKA Hanya 10,9% dan Diperlukan Untuk Ambil Alih Teknologi

0
213
Jokowi Menjawab Isu Serbuan TKA Di Morowali, TKA Hanya 10,9% dan Diperlukan Untuk Ambil Alih Teknologi

Jokowi Menjawab Isu Serbuan TKA Di Morowali, TKA Hanya 10,9% dan Diperlukan Untuk Ambil Alih Teknologi

Jakarta, melalui akun Instagram pribadinya, Presiden Joko Widodo membeberkan fakta sebenarnya soal jumlah TKA yang ada di Morowali, Sulawesi Tengah, Rabu (8/8/2018), dikarenakan adanya rumor soal banyaknya Tenaga Kerja Asing (TKA) di Sulawesi Tengah masih menjadi perdebatan hingga saat ini.

Menurut Presiden, TKA yang bekerja di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) mencapai 3.121 orang. Ribuan TKA yang berada di Indonesia Morowali Industrial Park bekerja sebagai pengawas. Sebagian dari mereka melakukan pekerjaan teknis untuk mengoperasikan alat-alat yang membutuhkan keterampilan khusus.

Walalupun begitu, jumlah tenaga kerja lokal ternyata berjumlah lebih besar, yaitu sekitar 25.4447 orang. Presiden juga mengungkapkan, selama di Morowali para TKA dilarang keluar dari kawasan industri. Soal gaji, Kepala Negara menuturkan antara TKA dan pekerja lokal mendapatkan hak yang sama. Mereka yang lembur akan mendapatkan gaji lebih besar hingga 30 persen dari gaji yang diterima.

Bukan hanya soal gaji, masalah makanan pun juga disama ratakan. Presiden kembali menjelaskan, makanan TKA dan pekerja lokal sama-sama seharga Rp 18 ribu per porsi. Berdasarkan penjelasannya, kawasan Morowali seluas 47 ribu hektar merupakan tambang nikel yang di dalamnya terdapat 16 perusahaan, mulai dari hilirisasi fonikel, pengelolaan pelabuhan, hingga jasa keamanan.

Kepala Negara berharap jumlah TKA di Morowali hanya tinggal lima persen dari jumlah total dalam tiga hingga empat tahun ke depan. Rencana ini diwujudkan Presiden dengan cara para TKA tandem bersama tenaga kerja lokal untuk proses alih teknologi dan keahlian pengolahan logam. Tak hanya itu, di Morowali kini juga dibangun politeknik sebagai harapan tenaga kerja lokal bisa menggantikan TKA nantinya.

“Sebenarnya, berapa banyak sih tenaga kerja asing terutama dari Tiongkok yang bekerja di Indonesia? Apa benar ada serbuan TKA Cina di Morowali, Sulawesi Tengah? Inilah faktanya: jumlah tenaga kerja asing yang bekerja di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) ada 3.121 orang. Pekerja lokal 25.447 orang. Jadi, pekerja asing di sana hanya 10,9 persen dari seluruh pekerja. Kawasan Morowali seluas 47.000 hektare ini merupakan area tambang nikel yang di dalamnya terdapat 16 perusahaan dari hilirisasi feronikel, pengelolaan pelabuhan hingga jasa keamanan. Para TKA ini tak melakukan pekerjaan kasar, tapi pengawas atau supervisor. Ada juga yang melakukan pekerjaan teknis untuk menjalankan peralatan yang memerlukan keterampilan khusus. Selama di Morowali, para TKA ini tak boleh keluar dari lokasi kawasan industri. Para TKA dan TKI yang bekerja di sana mendapatkan gaji yang sama. Mereka yang lembur akan mendapatkan penghasilan yang lebih besar sampai 30 persen dari gaji yang diterima. Perlakuan terhadap TKA dan TKI juga sama belaka, sampai ke makanan untuk mereka yang senilai Rp18.000 per porsi. Begitulah. Dalam tiga hingga empat tahun ke depan, jumlah TKA di Morowali ditargetkan tinggal lima persen dari total pekerja. Nah, demi proses alih teknologi dan keahlian pengolahan logam bisa cepat, para TKA ini ditandemkan dengan tenaga kerja lokal. Selain itu, di Morowali juga dibangun politeknik, agar tenaga kerja lokal bisa menggantikan TKA. Jadi, saudara-saudara sebangsa dan setanah air, kabar tentang jutaan tenaga kerja asing menyerbu Indonesia itu cuma rumor belaka.” jelas Kepala Negara.

Comments

comments