Jokowi Peduli Rakyat Miskin, karena Berasal Dar Keluarga Miskin

0
79
Jokowi Peduli Rakyat Miskin, karena Berasal Dar Keluarga Miskin

Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat menyebut capres-cawapres Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin mengerti persoalan rakyat.

Pemerintahan Jokowi, menurutnya, sudah membuat program prorakyat yang berbentuk Kartu Indonesia Sehat (KIS) ataupun Kartu Indonesia Pintar (KIP). Program pembangunan merata di seluruh Indonesia juga digencarkan Jokowi.

“Jokowi menyatukan Indonesia karena yang dibangun bukan hanya, Jakarta, Jawa. Tapi juga saudara kita di Papua, Aceh, Sulawesi, semua dibangun untuk menyatukan negara Republik Indonesia dengan ideologi Pancasila,” kata Djarot dalam sambutan deklarasi Arus Bawah Jokowi, di GOR Balai Rakyat, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (7/2/2019).

Jokowi, kata Djarot, bisa dekat dengan masyarakat miskin. Dia mengerti karena berasal dari kalangan yang sama.

“Maka, Pak Jokowi peduli rakyat miskin karena Pak Jokowi berasal dari keluarga miskin seperti kita,” sambung Djarot.

Karena program prorakyat, Djarot menyebut dukungan masyarakat mengalir ke Jokowi.

“Ibu di Kebumen, 72 tahun, dan menjadi relawan Jokowi, bergerak dari pintu ke pintu. Kenapa? Karena menikmati program Pak Jokowi. Suaminya tukang ojek, menikmati program Pak Jokowi,” kata Djarot.

Djarot juga bercerita soal kemandirian keluarga Jokowi. Tak ada anak presiden yang menikmati kemudahan, apalagi meminta proyek.

“Anak Pak Jokowi tiga. Satu jualan martabak. Kedua, mantunya jualan kopi. Ketiga, jualan pisang,” ujar Djarot.

Karena itu, Djarot meminta warga tetap bekerja keras. Bangga akan pekerjaan yang sedang dilakukan meski dianggap rendah.

“Masa jual nasi goreng malu, kerjakan sebaik-baiknya, asal tidak korupsi,” kata Djarot.

Djarot pun memberi contoh dirinya yang tidak malu bekerja dari nol. Dia pernah berdagang sampai berternak sebelum akhirnya menjadi politikus hingga mantan Gubernur DKI Jakarta.

“Saya pernah jualan di pasar. Saya pernah jual layang-layang. Pernah pelihara kambing, ayam. Ibu saya bilang kerjakan pekerjaan itu sepenuh hati. Asal halal dan bermanfaat bagi orang lain,” tutur Djarot.

Comments

comments