Kebijakan Stategis untuk Membangun Ekonomi Keumatan

0
68

Dalam acara peluncuran buku “The Ma’ruf Amin Way: Keadilan, Keumatan, Kedaulatan” di Jakarta, Calon wakil presiden pasangan nomor 01, KH Prof. Ma’ruf Amin, mengatakan, perlu kebijakan untuk membangun ekonomi kerakyatan dan keumatan dalam memperkuat perekonomian nasional dan bangsa.

Kebijakan pemerintah harus mendorong atau merangsang masyarakat untuk menjadi wirausahawan. Masyarakat juga harus mempunyai tekad atau kemauan kuat untuk menjadi wirausahawan di berbagai sektor, misalnya industri, budi daya pertanian, budi daya peternakan, jasa, dan lainnya.

“Ini kita kembangkan dari masyarkat ini, termasuk juga dari kalangan santri untuk adanya santripreneur. Santrinya juga harus mempunyai kemauan, makanya ada istilah santri bagus pinter ngaji, usahawan,” katanya.

Jika ekonomi umat kuat, maka ekonomi bangsa pun akan kuat. Ini merupakan inti dari ekonomi kerakyatan dan keumatan, di mana ekonomi berdasarkan kekeluargaan, gotong royong, persaudaraan, saling menopang dan saling membantu.

Ma’ruf menambahkan, koperasi merupakan salah satu motor penggerak roda perekonomian di Indonesia untuk menjadikan perekonomian negeri ini mampu sejajar dengan negara-negara maju, gerakan koperasi harus menjadi motor penggerak roda perekonomian di Indonesia. Untuk mewujudkan itu harus juga ada kemauan pelaku ekonomi yang kuat untuk mau membantu dan bersinergi dengan pelaku usaha yang masih lemah.

“Sehingga, yang kuat tetap kuat dan yang lemah menjadi kuat. Tidak akan ada yang kuat mematikan yang lemah. Saya sudah mulai merintis kolaborasi antara pelaku usaha kuat dengan koperasi-koperasi di Indonesia,” katanya.

Menurut Ma’ruf, kebijakan ekonomi masa lalu yang melahirkan banyak konglomerat, berdampak pada kian melebarnya kesenjangan dan ketimpangan di masyarakat, karena dari situlah menggunakan teori triple down effect. Teori ini, kemudian melahirkan koglomerat yang nantinya menetes ke bawah.

Yang atas tetap makin kuat, yang bawah makin lemah. Karena itu kata Maruf, perlu ada perubahan-perubahan signifikan, fundamental dalam membangun ekonomi dari bawah, ekonomi kerakyatan, Caranya, kata Ma’ruf, dengan menggulirkan arus ekonomi baru di Indonesia. Artinya, membangun ekonomi bangsa mulai dari bawah dengan menjadikan ekonomi kerakyatan sebagai salah satu pilar bangsa.

“Harta atau ekonomi itu jangan hanya berputar di kalangan kelompok kaya saja, tapi harus mengalir juga ke masyarakat,” ujarnya.

Ma’ruf juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menggelorakan semangat kewirausahaan di Indonesia. Kita memiliki program strategis membangun jiwa wirausaha di kalangan para santri, yaitu santripreneur. Ma’ruf mengharapkan siapa pun yang terpilih dalam Pilpres mendatang, kebijakan ekonomi keumatan dan kerakyatan tersebut bisa diterapkan secara menyeluruh.

“Apalagi kalau saya yang terpilih tentunya. Saya langsung terapkan bagaimana membangun new prospektif ke depan, sehingga Indonesia maju dan tingggal landas sehingga dapat sejajar dengan negara-negara maju,” katanya.

Penulis buku “The Ma’ruf Amin Way”, Sahala Panggabean (Ketua KSP Nasari) menjelaskan, buku ini menceritakan suatu terobosan cara berpikir tata kelola dan praktik kehidupan ekonomi di dalam masyarakat Indonesia. Konsep The Ma’ruf Amin Way ini terdiri dari tiga prinsip, yaitu keadilan, keumatan, dan kemandirian atau kedaulatan.

Sahala menambahkan, keadilan ekonomi harus didasari ekonomi moral yang memiliki spirit nilai-nilai keagamaan (ekonomi syariah), kemanusiaan, dan keadilan sosial. Dalam menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan, ekonomi harus dikelola untuk kemaslahatan bersama. Nilai-nilai itu sama dengan prinsip dalam ekonomi syariah.

Karena selama ini, tata kelola ekonomi dinilai cenderung lebih mengutamakan para pengusaha besar yang diharapkan dapat menetes ke bawah. Oleh karena itu, diperlukan semangat demokrasi ekonomi di mana sumber daya alam yang berasal dari rakyat, dikelola rakyat dan hasilnya dinikmati rakyat.

Sedangkan prinsip ketiga dalam The Ma’ruf Amin Way adalah kedaulatan ekonomi. “Ini berisikan semangat nasionalisme ekonomi yang memegang prinsip kemandirian dan memberdayakan yang lemah agar memiliki daya saing. Itulah tiga prinsip pemikiran Ma’ruf Amin dalam membangun ekonomi kerakyatan di Indonesia,” pungkas Sahala.

 

Comments

comments