Komitmen Jokowi Peduli Kesejahteraan ASN, TNI dan Polri

0
67
Komitmen Jokowi Peduli Kesejahteraan ASN, TNI dan Polri

Komitmen Jokowi Peduli Kesejahteraan ASN, TNI dan Polri

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan seluruh jajarannya untuk mempercepat proses penyediaan rumah layak bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, dan Polri melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Hal tersebut disampaikan Jokowi usai memimpin rapat terbatas lanjutan soal penyediaan rumah bagi aparat sipil negara (ASN), TNI, dan Polri. Ratas digelar di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (7/11/2018). “Yang jelas kita akan konsentrasi pada upaya percepatan penyediaan rumah yang baik, layak bagi 945 ribu ASN, 275 ribu Prajurit TNI, dan 360 ribu anggota Polri,” kata Jokowi.

Menurutnya, hal ini sudah dibahas sejak beberapa waktu lalu. Solusinya, pemerintah berencana mengizinkan mereka menggunakan skema FLPP yang biasa digunakan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) agar bisa mendapatkan hunian murah.

Jokowi ingin menyejahterakan ASN, TNI, dan Polri. Sehingga nantinya mereka lebih konsetrasi dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara. “Tujuannya jelas agar ASN, TNI, dan Polri semakin konsentrasi dalam bekerja dan memberikan efek ganda memacu pertumbuhan ekonomi yang muncul dari berbagai kegiatan percepatan pembangunan rumah ini,” kata Jokowi.

Saat ini, Presiden sedang mempertimbangkan opsi model pembiayaan, baik menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau kerja sama dengan pihak swasta. Selain itu, Jokowi juga membahas soal model pembelian, aksesibilitas ke tempat kerja, dan integrasi dengan pengembangan kegiatan ekonomi.

Sementara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bambang Brodjonegoro mengatakan pemberlakukan DP nol persen bisa dilakukan, lantaran ini program pemerintah. Hal tersebut, lanjut dia, sudah dikonfirmasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sesuai rencana pemerintah, skema FLPP bagi ASN, TNI, dan Polri ini akan memiliki tenor 30 tahun dengan pembayaran cicilan yang bisa melampaui usia pensiun. Adapula subdisi bunga cicilan yang diberikan pemerintah.

Comments

comments