Patriot Garuda Nusantara : Dukung Kiai Ma’ruf Amin Sama Dengan Mendukung Gus Dur

0
461
Patriot Garuda Nusantara : Dukung Kiai Ma'ruf Amin Sama Dengan Mendukung Gus Dur

Patriot Garuda Nusantara : Dukung Kiai Ma’ruf Amin Sama Dengan Mendukung Gus Dur

Ketua Umum Patriot Garuda Nusantara (PGN) Nuril Arifin Husein atau Gus Nuril mengunjungi kediaman KH. Ma’ruf Amin di Jalan Lorong 27 Koja, Jakarta Utara (13/08/2018) sebagai bentuk dukungan pada Pilpres 2019 mendatang.

Sosok Ma’ruf Amin sudah tak asing lagi bagi Gus Nuril. Baginya, mendukung Ma’ruf Amin sama saja dengan mendukung Gus Dur. Selain itu, dirinya juga telah menyiapkan ‘Pasukan Berani Mati’ untuk mengamankan pasangan Jokowi dan Ma’ruf Amin.

Nuril mengatakan saat ini Indonesia membutuhkan sosok pemersatu bangsa. Maka itu, sosok Ma’ruf Amin diyakini bisa menyatukan rakyat. Selain itu, terpilihnya Ma’ruf Amin sebagai cawapres merupakan dasar yang baik. Dia berharap umat bersatu untuk kemenangan Jokowi-Ma’ruf.

“Sudahlah, kemenangan Jokowi ini kemenangan Indonesia, kita harus kembali rekonsiliasi, dari kelompok yang mana-mana silakan datang kembali ke Bumi Pertiwi, kita memiliki presiden yang sama, pemimpin yang sama sehingga bangsa itu menjadi lebih baik lagi,” ucapnya.

Perihal menang-kalah, menurutnya, itu hal yang biasa. Namun Gus Nuril mengajak masyarakat terlebih dahulu menentukan sikap membela Ma’ruf Amin sebagai ulama.

“Bukan agamis menjadi politik, tapi kiai itu memiliki kebijakan yang luar biasa, jadi level-level tertentu, dalam kondisi negara yang dalam keadaan membutuhkan kehadiran seseorang, maka ulama harus menjadi Avatar,” tuturnya.

PGN memang sejak awal membela Indonesia, pemerintah Indonesia yang memiliki pemimpin yang sah, ya sudah kita dukung, apalagi Kiai Ma’ruf Amin kiai kami dari PBNU, saya orang NU. Otomatis itu santri diragukan ke-NU-annya kalau kita tidak dukung Kiai Ma’ruf Amin. imbuhnya.

Nuril menambahkan, Ma’ruf Amin menjadi cawapres bukan sekedar ingin berkuasa. Namun, Ma’ruf ingin mempraktikkan ilmunya untuk menyatukan bangsa.

“Dijadikan pemimpin itu untuk menyejahterakan orang yang dipimpin artinya melaksanakan amanat penderitaan rakyat tidak mempunyai keinginan untuk berkuasa,” ucapnya.

Comments

comments