PDI Perjuangan Kembali Mencalonkan Presiden Joko Widodo

0
884
PDI Perjuangan Kembali Mencalonkan Presiden Joko Widodo

PDI Perjuangan akan kembali mencalonkan Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019. Hal tersebut disampaikan langsung Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Soal pengumuman Jokowi sebagai capres ini dilakukan dalam pembukaan Rakernas III PDIP di Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar, Bali, Jumat (23/2/2018).

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan menjadi partai kedelapan yang mendukung Joko Widodo sebagai calon presiden di pemilihan presiden (Pilpres) 2019. Sebelum PDIP telah ada tujuh partai lain yang telah menyatakan dukungannya.

Pencalonan kembali Jokowi sebagai capres adalah demi menjaga keberlanjutan jalannya pemerintahan dan semua program yang telah dijalankan pemerintah saat ini.

Jika boleh diibaratkan, meminjam istilah Presiden Lincoln: jangan mengganti kuda saat menyeberangi sungai.

Rakyat merdeka untuk menentukan pemimpinnya, oleh karena itu PDI Perjuangan dengan tegas mengatakan bahwa kekuasaan dalam poltik bukanlah segala-galanya dan bukan hal yang harus didapatkan dengan segala cara.

“Kekuasaan itu hanyalah alat, guna menciptakan seluruh kebijakan dan program agar tercapailah cita-cita masyarakat adil dan makmur. Dan kekuasaan itu, rakyatlah yang berdaulat. Rakyat merdeka di dalam memilih pemimpinnya”. Ujar Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristianto.

Selama empat tahun berkuasa, Presiden Jokowi telah melakukan pembangunan infrastruktur yang luar biasa masif di seluruh Indonesia.

saat ini Indonesia aktif menghadapi perubahan Making Indonesia 4.0, sebuah peta jalan menghadapi revolusi terbaru yang bergantung pada Internet of Things (I0T), Artificial Intelligence (AI) dan robotika. Seperti yang dipaparkan oleh Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal (Purn) TNI, Moeldoko pada saat memberikan kuliah untuk Rajatnam School of International Studies, Nanyang Technological University, Jumat lalu.

Selain itu, Presiden Jokowi aktif mempromosikan mekanisme menghadapi perubahan global, dengan meningkatkan stabilitas keamanan regional dengan peta baru geopolitik.

“Indonesia akan secara aktif mengundang negara-negara mitra untuk memperkuat kerja sama. Dan saya mengusulkan embrio proyek ini beberapa tahun yang lalu sebelum saya ditunjuk sebagai Kepala Staf di Kantor Staf Presiden,” kata dia.

Kemajuan Indonesia selama hampir empat tahun di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi diantaranya pembangunan sarana dan prasarana fisik.
Tujuan dari proyek tersebut adalah meningkatkan kinerja ekonomi Indonesia, menciptakan keadilan sosial dan meningkatkan koneksi dan hubungan di antara orang-orang.

Tantangan ekonomi Indonesia, mengenai sumber untuk pendanaan pengembangan proyek-proyek itu. Pemerintah Indonesia menyambut negara-negara mitra untuk meningkatkan investasi mereka di Indonesia.

Pemerintah Indonesia menyediakan investasi ini dengan peraturan yang jelas dan stabil untuk memastikan keamanan dari investasi ini.
Selain itu, pemerintah juga tanpa lelah mengurangi kompleksitas peraturan tersebut dengan ditandatanganinya Peraturan Presiden 91/2017 untuk mengurangi hambatan untuk berinvestasi di Indonesia.

Selain itu, pemerintah juga tanpa lelah mengurangi kompleksitas peraturan tersebut dengan ditandatanganinya Peraturan Presiden 91/2017 untuk mengurangi hambatan untuk berinvestasi di Indonesia.

Comments

comments