Pesan Jokowi : Pilkada Serentak Harus Damai

0
460
Pesan Jokowi : Pilkada Serentak Harus Damai

Pesan Jokowi : Pilkada Serentak Harus Damai

Presiden Joko Widodo mengingatkan kepada seluruh masyarakat Indonesia agar dalam melaksanakan Pilkada serentak nanti, harus dengan baik dan damai.

‚ÄúSilahkan pilih kandidat terbaik setelah itu rukun kembali. Negara kita ini majemuk dengan beraneka macam suku, jangan karena Pilkada persaudaraan kita menjadi tidak bersatu, jangan,” pesannya.

Jokowi mengingatkan, bahwa bumi pertiwi memiliki 714 suku. Artinya, bahwa Indonesia adalah negara besar. Oleh karenanya, dirinya mengimbau masyarakat memilih sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Saya bertanya ke Singapura, mereka memiliki 4 suku, Afganistan 14 dan kita 714 suku. Silahkan memilih, setelah itu rukun kembali jangan saat kampanye saling menjelekkan, mencemooh, kita lupa bahwa kita bersaudara setanah air. Sering kita lupa saat kampanye sementara persatuan harus kita rawat dan pelihara jangan gara gara pesta demokrasi lima tahun sekali kita melakukan kesalahan besar,” paparnya.

Terlalu besar pengorbanan Indonesia jika hanya karena Pilkada, masyarakat lantas tidak menjaga suasana kondusif. “Kalau kita tidak harmonis, silahkan adu program adu prestasi adu rencana yang baik untuk kawasannya, tetapi setelah itu kita kembali bersatu,” tutur Jokowi.

Untuk mengawal lancarnya Pilkada serentak 2018. Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Rosaria Niken Widyastuti mengatakan, sampai dengan Oktober 2017 lalu lebih dari 600 ribu akun maupun portal internet yang memuat konten negatif telah diblokir Pemerintah melalui Kementrian Komunikasi dan Informasi.

“Konten negatif itu seperti fornografi, ujaran kebencian, penipuan, perjudian dan lain-lain,” ujarnya di Pontianak, kemarin.

Kemenkominfo telah menutup hampir 8 ribu akun atau portal yang memuat hal-hal negatif pada tahun 2016 lalu. Selain memblokir konten negatif dan ujaran kebencian, Kemenkominfo juga bertugas melakukan literasi media kepada masyarakat.

Hal itu dilakukan karena untuk literasi media sosial, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Sehingga pihaknya menggandeng berbagai organisasi keagamaan seperti MUI, KWI, PII, Walubi PHDI.

Tak hanya itu, Kominfo juga bekerja sama dengan 100 perguruan tinggi, mengadakan workhsop bagi mahasiswa. Kemudian bekerjasama dengan nitizen. “Ini merupakan upaya kami untuk mengeliminasi atau mengurangi bahkan menghikangkan hoaks dimedia sosial,” pungkasnya.

Comments

comments