Program Pembagian Sertifikat Bentuk Perhatian Terhadap Rakyat

0
229

 

Program Pembagian Sertifikat Bentuk Perhatian Terhadap Rakyat

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi kritikan Ketua Majelis Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais yang menyebut program bagi-bagi sertifikat tanah merupakan suatu pembohongan. Dia mempertanyakan dasar kritikan Amien Rais.

“Yang dimaksud Amien Rais ngibulin itu, ngibulin yang mana?” kata Juru Bicara Kepresidenan, Johan Budi Sapto Prabowo di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (20/3).

Baca : Ekonomi Senilai USD1 Triliun per Tahun Indonesia Masuk Trillion Dollar Club

Johan menegaskan, program pembagian sertifikat merupakan bentuk perhatian Kepala Negara terhadap rakyat. Sebab, selama melakukan kunjungan kerja ke pelbagai daerah di Tanah Air, Jokowi kerap mendapat keluhan soal sengketa tanah yang tak kunjung usai dari rakyat.

“Karena itu pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla ini punya program jutaan sertifikat yang akan diberikan kepada masyarakat, terutama masyarakat kecil,” ujarnya.

Baca : Daya Tarik yang Luar Biasa Membawa Jokowi Menuju Dua Periode

Tak hanya untuk menyelesaikan konflik sengketa tanah, program pembagian sertifikat tanah juga diyakini bisa memberikan kepastian soal kepemilikan tanah rakyat. Selama ini banyak sekali tanah yang belum memiliki kelengkapan dokumen-dokumennya.

“Jadi sama sekali ini program nyata, bukan kibulan,” tegas Johan lagi.
Johan menambahkan, Jokowi tidak ingin menyoalkan atau membesar-besarkan soal kritikan Amien Rais. Jokowi juga tidak akan mempolisikan Amien Rais atas pernyataannya.

“Kalau presiden ambil langkah yang sifatnya serius itu, saya kira tidak,” ucapnya.

Baca : Jokowi Jawab Berita Hoax : Saya Lahir 1961, Masak Ada PKI Balita?

Sebelumnya, saat menjadi pembicara dalam diskusi Bandung Informal Meeting yang digelar di Hotel Savoy Homman, Jalan Asia Afrika, Bandung, Minggu (18/3), Amien Rais mengatakan program bagi-bagi sertifikat tanah Jokowi-Jusuf Kalla adalah pembohongan.

“Ini pengibulan, waspada bagi-bagi sertifikat, bagi tanah sekian hektar, tetapi ketika 74 persen negeri ini dimiliki kelompok tertentu seolah dibiarkan. Ini apa-apaan?” kata Amien.

Comments

comments