Tingkatkan Kemandirian Negeri, Pemerintah Akuisisi Pabrik Siemens

0
175
Tingkatkan Kemandirian Negeri, Pemerintah Akuisisi Pabrik Siemens

Tingkatkan Kemandirian Negeri, Pemerintah Akuisisi Pabrik Siemens

Pemerintah melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yaitu PT Barata Indonesia (Persero), resmi mengakuisisi pabrik milik PT Siemens Indonesia. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Asset Purchase Agreement (APA) antara Barata dan PT Siemens Indonesia di Lantai 6 Gedung Kementerian BUMN pada Kamis, 2 Agustus 2018.

Perjanjian ini ditandatangani langsung Direktur Utama PT Barata Indonesia (Persero) Silmy Karim dengan Presiden Direktur & CEO PT Siemens Indonesia Prakash Chandran, disaksikan langsung Sekretaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro dan Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno.

Presiden Direktur Barata Silmy Karim mengatakan, penguasaan pabrik tersebut akan meningkatkan kemandirian dalam negeri seiring bertambahnya kandungan lokal dalam setiap proyek strategis pemerintah.

“Kita tidak hanya bisa ekspor, juga digunakan dalam negeri,” kata Silmy Karim di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (2/8).

Saat ini, Pabrik memproduksi komponen turbin uap dan gas serta peralatan tambahan untuk pembangkit listrik, semua hasil produksi pabrik Siemen yang berada di Cilegon, Banten itu diekspor ke sejumlah negara tujuan utama seperti Amerika Serikat, Mesir, dan negara-negara Afrika lainnya. Selain itu dikirim ke beberapa negara di benua Eropa.

Dengan diambil alih oleh Barata, Silmy memastikan akan bersinergi dengan perusahaan milik Negara lainnya, seperti PT Perusahaan Listrik Negara. Adapun terkait distribusi produk masih mengikuti perkembangan pasar.

“Yang penting bagaimana pembangkit di Indonesia menggunakan komponen lokal, sehingga ada keberpihakan,” katanya.

Penandatanganan asset purchase agreement ini didalamnya mengatur dalam tiga tahun ke depan Barata sudah menandatangani kontrak guarantee. Kontrak ini mengatur 50 persen kapasitas pesanan dari Siemens. Kemudian, adanya akses teknologi dan dukungan dari teknologi informasi (TI) akan tetap terjaga.

Kapasitas produksi dari pabrik ini mencapai 500 ribu jam per tahun. Saat ini, utilitas pabrik masih di atas 50 persen. Jadi, sekitar 250 ribu jam per tahun akan diserap oleh Siemens selama tiga tahun ke depan. Artinya, itu separuh dari load pabrik dan akan terus berlanjut.

Barata Indonesia memegang peran penting dalam program elektrifikasi di Indonesia. Hal itu sejalan dengan penugasan pemerintah kepada Barata sebagai koordinator dalam program produk lokal pembangkit listrik.

Dengan pengambilalihan aset dan tenaga kerja Siemens ini akan meningkatkan kegiatan operasi Barata dan lebih meningkatkan akses pasar lokal dan internasional dengan komponen Siemens sebagai base load, terutama dalam bisnis pembangkit tenaga listrik.

Comments

comments