Ulama Banten Solid Dukung Jokowi-Maruf

0
102
Ulama Banten Solid Dukung Jokowi-Maruf

Abuya Ahmad Muhtadi bin Dimyathi al-Bantani atau dikenal dengan Abuya Muhtadi Dimyathi adalah ulama kharismatik dan mufti Syafi’iyyah nasionalis dari Banten. Abuya Muhtadi adalah putra Abuya Muhammad Dimyathi al-Bantani, pendiri Pondok Pesantren Roudotul ‘Ulum Cidahu, Pandeglang.

Semua ulama Banten itu memberikan dukungan penuh kepada pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01, duet Jokowi-KH Ma’ruf Amin di Pilpres 17 April 2019. Deklarasi dukungan ulama Banten terhadap pasangan duet Jokowi-KH Ma’ruf Amin dibacakan dalam forum Silaturrahmi Ulama Banten yang digelar di kediaman Abuya Ahmad Muhtadi bin Dimyathi al-Bantani di Cidahu, Pandeglang.

“Sukses saudara saya (Kiai Ma’ruf), sukses Pak Jokowi, sukses, sukses, sukses,” ujar Abuya Muhtadi Dimyathi disambut teriakan ‘sukses’ ratusan ulama Banten usai memimpin doa bersama untuk kesuksesan pasangan duet Jokowi-KH Ma’ruf Amin, Minggu (3/3/2019).

Sementara KH Ma’ruf Amin mengaku bersyukur atas dukungan para ulama di wilayah Banten tersebut. Dia lantas menjelaskan bentuk dukungan Abuya Muhtadi sebagai ulama adalah dengan mengajak para kiai di wilayah Banten untuk bersama-sama ikut mendukung duet Jokowi-KH Ma’ruf Amin.

“Hari ini, di tempatnya Abuya Muhtadi, (hadir) ulama-ulama Banten, jadi tadi yang hadir dari beberapa ulama daerah di sekitar Banten. Alhamdulillah, atas ajakan Abuya Muhtadi, semua mendukung Pak Jokowi dengan saya,” paparnya.

“Kalau beliau sudah ngajak, itu artinya beliau sudah luar biasa untuk mengajak semua murid-muridnya yang tersebar dimana-mana, mengajak mendukung Pak Jokowi dengan saya,” sambungnya.

KH Ma’ruf juga mengajak para ulama Banten untuk mengambil peran di dalam menjaga bangsa dan negara dalam rangka menjaga agama yang penuh rahmat. Dengan begitu diharapkan terwujud negara yang aman. Dan juga mengajak para ulama dan seluruh elemen bangsa dari segala upaya yang merusak kesepakatan-kesepakatan yang telah disepakati para ulama dan pendiri bangsa terdahulu hingga terbentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Tentu peran ulama menjadi begitu penting. Nah, itu bisa dilakukan secara kultural. Misalnya yang dilakukan hijrah secara kultural para ulama ini masih berada di posisi kultural, tapi akan terus bersinergi untuk mengawal bangsa dan negara ini. Jika tidak ada sinergi maka akan terjadi benturan. Karena itu ulama-umarah itu akan kita satukan,” urai dia

Comments

comments