Naiknya Kepuasan Masyarakat yang Berpengaruh Pada Elektabilitas Jokowi yang Terus Naik

0
301
naiknya kepuasan responden yang berpengaruh pada elektabilitas Jokowi yang terus naik

Naiknya Kepuasan Masyarakat yang Berpengaruh Pada Elektabilitas Jokowi yang Terus Naik

Meski begitu, yang terjadi saat ini menunjukan bahwa elektabilitas Jokowi meningkat, sedangkan Prabowo menurun.

Hasil survei tersebut dilihat dari survei yang dilakukan oleh Litbang Kompas pada 26 Sempetember-08 Oktober 2017. Survei yang dilakukan dengan bertanya kepada responden. Apabila Pilpres 2019 dilakukan sekarang, siapakah yang akan mereka pilih.

Baca : Jokowi Terus Bekerja Tanpa Lelah Bangun Infrastruktur Untuk Wilayah Indonesia Barat

Hasilnya, 46,3 persen responden memilih Jokowi untuk melanjutkan kepemimpinannya di periode kedua. Sementara responden yang memilih Prabowo 18,2 persen.
Responden yang memilih Jokowi naik apabila dibandingkan dengan survei terakhir Litbang Kompas April 2017 lalu. Jokowi saat itu hanya dipilih 41,6 responden.

Naiknya elektabilitas Jokowi sejalan dengan kepuasan responden terhadap pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla.

Baca : Keberhasilan Ambil Alih Kelola Wilayah Kerja Mahakam Tidak Pernah Lepas Dari Peran Pemerintah

Pada April 2017, hanya 63,1 persen responden yang menyatakan puas dengan kinerja pemerintah. Namun, kini angkanya naik menjadi 70,8 persen.

Di sisi lain, elektabilitas Prabowo mengalami penurunan. Pada April 2017, Mantan Danjen Kopassus itu masih dipilih 22,1 persen responden. Namun kini elektabilitasnya turun menjadi 18,2 persen.

Baca : Indonesia Menangkan Gugatan Uni Eropa Terkait Sengketa Impor Biodiesel Kelapa Sawit

Terlepas dari persaingan Jokowi dan Prabowo, calon lainnya tidak ada yang mendapatkan suara signifikan. Sementara, responden yang belum menentukan pilihan lebih tinggi dari suara Prabowo, yakni mencapai 23,6 persen.

Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah. Metode pemilihan sampel acak bertahap atau multistage random sampling.

Jumlah sampel yang diambil 1200 responden di 32 provinsi seluruh Indonesia. Margin of error sebesar plus minus 2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Comments

comments